Pada aliran kepercayaan ini mempunyai sifat yang sama dengan animisme namun mempunyai perbedaan adanya kepercayaan terhadap roh halus yang terdapat pada binatang. Dalam hal ini binatang dielu-elukan sebagai wujud makhluk halus yang memiliki daya sakti seperti kerbau, sapi, kambing, ular, dan sebagainya. Keyakinan seperti ini mudah ditemukan, misalnya: seorang sopir takut menabrak kucing sebab akan membawa bahaya bagi pengendara dan penumpangnya.
Di kalangan masyarakat Bali mensucikan lembu/sapi seimbang dengan pemujaan terhadap dewa Brahma. Di masyarakat solo pada waktu kirab menyertakan lembu “bule” yang dianggap sakral bagi masyarakat solo, bahkan kotorannya pun sering diperebutkan untuk ditanam di wilayah pertanian agar subur. Penyembahan binatang bukan sekedar budaya tetapi sudah masuk ke dalam dunia teologi atau mitologi.
ARTIKEL TERKAIT: