Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 29, 2013

Teori Potensi Penduduk

>
Potensi penduduk pada dasarnya menunjukkan kekuatan potensi aliran untuk tiaptiap tempat, artinya berapa besar kemungkinan penduduk suatu wilayah untuk mengadakan migrasi dan berinteraksi dengan wilayah-wilayah lain di sekitarnya. Nilai potensi penduduk suatu wilayah digambarkan dengan isoplet yaitu garis-garis khayal pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki nilai potensi penduduk yang sama. Peta potensi penduduk bermanfaat dalam perencanaan pembangunan suatu wilayah.
Baca Selengkapnya...

Upaya Mengatasi Urbanisasi

>1) Peningkatan kualitas fasilitas di desa.
2) Pemerataan pembangunan ke daerah pedesaan.
3) Desentralisasi industri kecil ke desa-desa.
4) Membatasi arus penduduk dari desa ke kota melalui kegiatan administrasi dan kebijaksanaan lainnya.
Baca Selengkapnya...

Dampak Yang Timbul Akibat Urbanisasi

>1) Akibat bagi desa
a) Lahan pertanian terbengkalai.
b) Tenaga kerja potensial berkurang.
c) Beralihnya modal dari desa ke kota.
d) Pembangunan desa terhambat.

2) Akibat bagi kota
a) Terjadi ledakan penduduk.
b) Munculnya daerah kumuh (slum area).
c) Timbulnya ketegangan sosial.
d) Terjadinya pencemaran.
Baca Selengkapnya...

Faktor Faktor Penyebab Terjadinya Urbanisasi

>1) Faktor pendorong
a) Menyempitnya pemilikan lahan akibat pembagian tanah warisan.
b) Lapangan kerja terbatas karena jumlah penduduk tinggi.
c) Upah tenaga kerja di desa rendah.
d) Fasilitas di desa kurang memadai.
e) Adanya pengangguran tidak kentara.

2) Faktor penarik
a) Anggapan bahwa lapangan kerja di kota luas sehingga mudah mencari pekerjaan.
b) Fasilitas di kota lengkap dan memadai.
c) Upah kerja tinggi.
d) Tingkat kebudayaan kota yang lebih tinggi.
Baca Selengkapnya...

Selasa, Agustus 20, 2013

Pengamalan Sila ke 5 Dalam Kehidupan Bermasyarakat

>
Pengamalan sila kelima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” ini dapat diwujudkan dengan menumbuhkan sikap adil tehadap sesame. Namun dalam prakteknya saat ini pengamalan sila ini masih kurang. Masih terjadi kesenjangan sosial yang sangat jauh antara orang mampu dengan orang yang kurang mampu. Sehingga banyak terjadi kasus kriminal yang berlatar belakang ekonomi dan masih banyak hal lain yang terjadi. Dengan mengamalkan sila-sila tersebut bukan tidak mungkin bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam agama, suku, dan kebudayaan akan menjadi bangsa yang kuat. Sebagai contoh di suatu perumahan gamping terdapat orang miskin dan orang kaya, manum mereka selalu menganggap sama derajatnya dengan yang lain, orang kaya bersikap tidak sombong dan selalu menjunjung tinggi keadilan. sehingga kerukunan di perumahan ini sangat jelas terlihat. Walaupun berbeda mereka tetap menjalin persatuan dan saling gotong royong, seperti kerja bakti, suka menolong. Bahkan dari dulu belum pernah terdengar adanya perselisihan diantara mereka. Hal yang seperti ini yang mungkin terjadi juga pada bangsa Indonesia bila mengamalkan kelima sila tersebut.
Baca Selengkapnya...

Kamis, Agustus 15, 2013

Pengamalan Sila ke 3 Dalam Kehidupan Bermasyarakat

>
Pengamalan sila ketiga “Persatuan Indonesia” pada dasarnya mengacu pada kerukunan antar masyarakat Indonesia. Wujudnya yaitu menempatkan kepentingan persatuan dan kesatuan diatas kepentingan pribadi, menyatukan rasa, tekad dan tujuan demi kepentingan bersama, memelihara perdamaian. Namun dalam kehidupan nyata pengamalan sila ini dalam masyarakat masih kurang. Salah satu contohnya yaitu seperti yang terjadi dalam pertandingan sepak bola. Rasa persatuan dan sportifitas sangat kurang. Jika tim yang didukungnya kalah maka mereka tidak terima akhirnya berselisih dengan pendukung tim lawan hingga merusak fasilitas umum milik warga setempat. Hal yang seperti ini perlu ditinggalkan. Dengan rasa persatuan yang tinggi akan tercipta masyarakat yang cinta perdamaian, saling bahu-membahu dalam kepentingan bersama.
Baca Selengkapnya...

Senin, Agustus 12, 2013

Pengamalan Sila ke 4 Dalam Kehidupan Bermasyarakat

>
Dalam pengamalan sila keempat “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan” isinya tentang bagaimana cara menentukan keputusan dengan musyawarah. Suatu keputusan jika tidak dilakukan dengan musyawarah nantinya masyarakat akan menyangka bahwa keputusan tersebut dibuat untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya saja. Namun yang sekarang ini pengamalan sila ini jelas sekali kurang. Sebagai contohnya dalam sidang DPR kaitanya dengan musyawarah, DPR sebagai para wakil rakyat malah jelas sekali tidak mengamalkan sila ini sehingga sidang berakhir ricuh. Hal yang diapat dari sidang tersebut hanyalah nol. Akhirnya terjadi demo yang dilakkukan masyarakat, bahkan sampai anarkis. Oleh karena itu perlu adanya pengamalan sila keempat untuk semua lapisan masyarakat, yang dapat berupa tidak memaksakan kehendak, mengutamakan musyawarah untuk kepentingan bersama daripada pribadi atau golongan, memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dapat dipercaya untuk melaksanakan permusyawaratan keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Selengkapnya...

Selasa, Agustus 06, 2013

Pengertian Falsafah atau Filsafat

>
Falsafah, filsafat, anggapan, gagasan, dan sikap batin yang paling umum yang dimiliki oleh manusia atau masyarakat; pandangan hidup. Pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakekat segala yang ada, sebab, asal, dan hukunya dan teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi. Falsafah sosial, ilmu yang menerangkan dan mentafsirkan fenomena sosial dalam hubungan etika dan nilai-nilai masyarakat yang bersangkutan.
Baca Selengkapnya...

Pengertian Ideologi Politik

>
Ideologi politik, sistem kepercayaan yang menerangkan dan membenarkan suatu tatanan politik yang ada atau yang dicita-citakan dan memberikan strategi yang berupa rancangan, prosedur, instruksi, serta program untuk mencapainya; himpunan nilai, ide, norma, kepercayaan, dan keyakinan (Weltanschaung) yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang yang menjadi dasar dalam menetukan sikap terhadap kejadian dan masalah politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya. Ada bermacam macam ideologi di dunia ini, misalnya, sosialisme, Leninisme, nasionalisme, agama, Ideologi Pancasila, Marxisme, dsb.
Baca Selengkapnya...

Penyebab Kebanyakan Negara Yang Bersengketa Jarang Menempuh Cara Penyelesaian Melalui Mahkamah Internasional

>
Pada umumnya negara-negara yang bersengketa jarang menempuh cara penyelesaian melalui mahkamah internasional. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal,
1) penyelesaian itu merupakan jalan terakhir yang ditempuh apabila penyelesaian lain mengalami kemacetan;
2) penyelesaian tersebut memakan waktu lama dan biaya yang cukup mahal;
3) penyelesaian seperti itu hanya digunakan untuk sengketa internasional yang besar;
4) mahkamah internasional tidak memiliki yurisdiksi yang wajib.
Baca Selengkapnya...

Beberapa Hal Yang Memungkinkan Suatu Kasus Sengketa Internasional Dianggap Selesai

>
Ada beberapa kemungkinan suatu kasus sengketa internasional dianggap selesai, yaitu sebagai berikut.
a) Apabila para pihak berhasil mencapai kesepakatan sebelum proses beracara berakhir.
b) Apabila kedua belah pihak atau applicant sepakat untuk menarik diri dari proses beracara.
c) Apabila mahkamah internasional telah memutus kasus tersebut berdasarkan pertimbangan dari keseluruhan proses persidangan yang dilakukan
Baca Selengkapnya...

Syarat Negara Yang Masih Diakui Mempunyai Hak Untuk Berperang

>
Negara masih diakui mempunyai hak untuk berperang dalam hal-hal berikut.
1) Apabila perang itu dilakukan sebagai sarana mempertahankan diri (self defence) yang dibenarkan oleh hukum internasional.
2) Apabila perang itu dilakukan sebagai tindakan kolektif dalam rangka pelaksanaan kewajiban internasional yang berdasarkan suatu perjanjian internasional.
3) Apabila perang itu dilakukan antarnegara yang merupakan pihak dalam Traktat Paris.
4) Apabila perang itu dilakukan untuk melawan negara pihak dalam Traktat Paris yang melanggar traktat tersebut.
Baca Selengkapnya...

Contoh Penerapan Budaya Demokrasi Di Lingkungan Kehidupan Bernegara

>Contoh penerapan budaya demokrasi di lingkungan kehidupan bernegara adalah sebagai berikut.
1) berani bertanggung jawab terhadap sikap dan perbuatan yang dilakukan,
2) tidak memberi contoh perilaku kekerasan kepada warga,
3) tidak saling menghujat, memfitnah, mengatakan buruk kepada sesama pemimpin,
4) sikap terbuka dan tidak berbohong kepada publik,
5) sikap mengedepankan kedamaian pada masyarakat,
6) perilaku taat pada hukum dan peraturan perundang-undangan,
7) mengutamakan musyawarah untuk menyelesaikan masalah-masalah kenegaraan,
8) memiliki rasa malu dan bertanggung jawab kepada publik,
9) bersedia para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat warganya, dan
10) bersedia menerima kekalahan secara dewasa dan ikhlas.
Baca Selengkapnya...

Contoh Penerapan Budaya Demokrasi Di Lingkungan Sekolah

>Contoh penerapan budaya demokrasi di lingkungan sekolah, antara lain adalah sebagai berikut.
a) menaati peraturan disiplin sekolah,
b) menerima dengan ikhlas hasil kesepakatan,
c) menghargai pendapat teman lain meskipun pendapat itu berbeda dengan kita,
d) bersedia untuk bergaul dengan teman sekolah tanpa diskriminasi,
e) melibatkan diri dalam upaya memecahkan persoalan bersama,
f) menerima teman yang berbeda latar belakang suku, budaya, ras, dan agama, dan
g) mengutamakan musyawarah, membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah.
Baca Selengkapnya...

Contoh Penerapan Budaya Demokrasi Di Lingkungan Masyarakat

>Contoh penerapan budaya demokrasi di lingkungan masyarakat, antara lain adalah sebagai berikut.
a) mau mengakui kesalahan yang telah dibuatnya,
b) menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengannya,
c) menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kesepakatan,
d) bersedia hidup bersama dengan semua warga negara tanpa membedabedakan,
e) tidak merasa benar atau menang sendiri dalam berbicara dengan warga lain,
f) menaati peraturan lingkungan dan hukum yang berlaku, dan
g) melibatkan diri dalam upaya memecahkan persoalan bersama.
Baca Selengkapnya...

Contoh Penerapan Budaya Demokrasi Di Lingkungan Keluarga

>
Contoh penerapan demokrasi di lingkungan keluarga, antara lain adalah sebagai berikut.
a) menghargai pendapat orang tua dan saudara,
b) bertanggung jawab atas perbuatannya,
c) musyawarah untuk pembagian kerja,
d) bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan dan masalah yang ada,
e) bersedia untuk menerima kehadiran saudara-saudaranya sendiri, dan
f) terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi.
Baca Selengkapnya...

Perilaku Yang Mendukung Tegaknya Prinsip Prinsip Demokrasi

>
Berdasarkan nilai-nilai demokrasi, perilaku yang mendukung tegaknya prinsip-prinsip demokrasi adalah sebagai berikut.
1. Menerima dan melaksanakan keputusan yang telah disepakati.
2. Menghargai orang lain yang berbeda pendapat dan tidak memusuhinya.
3. Berusaha menyelesaikan perbedaan pendapat atau masalah secara damai bukan dengan kekerasan.
4. Menerima kekalahan secara dewasa apabila telah diputuskan secara demokratis.
5. Memberi pendapat, kritik, ide, masukan bagi tegaknya demokrasi.
6. Bertanggung jawab atas apa yang dikemukakan dan dilakukan secara bebas.
7. Menangani tindak kriminal sesuai dengan jalur hukum bukan dengan main hakim sendiri.
Baca Selengkapnya...

Hal Yang Menjadi Sebab Sebab Kejatuhan Orde Baru

>
Pemerintahan Suharto yang otoriter berakhir setelah gerakan mahasiswa berhasil menekannya untuk mengundurkan diri sebagai presiden. Pernyataan pengunduran diri itu terjadi pada tanggal 21 Mei 1998. Adapun hal yang menjadi sebab-sebab kejatuhan Orde Baru adalah sebagai berikut.

1. Terjadi krisis politik dan keruntuhan legitimasi politik. Rakyat mulai kecewa dan tidak lagi mempercayai pemerintahan Orde Baru dan mengharapkan adanya pemerintahan yang baru.

2. Tidak bersatu lagi pilar-pilar pendukung Orde Baru. Banyak menteri yang tidak lagi mendukung pemerintahan. Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga tidak bersedia lagi menjadi alat kekuasaan Orde Baru.

3. Ekonomi nasional hancur yang ditandai oleh adanya krisis mata uang dan krisis ekonomi yang tidak mampu ditanggulangi.

4. Muncul desakan semangat demokratis dari para pendukung demokrasi.
Baca Selengkapnya...

Ciri Ciri Pemilu Kompetitif Dalam Suatu Sistem Demokratis

>Pemilu kompetitif dalam suatu sistem demokratis. Ciri-cirinya adalah
• rekrutmen elit politik,
• kesiapan bagi perubahan kekuasaan,
• legitimasi politik pemerintahan koalisi partai,
• representasi pendapat dan kepentingan para pemilih,
• peningkatan kesadaran politik rakyat melalui kejelasan problem dan alternatif politik,
• pendorong kompetisi bagi kekuasaan politik,
• pembentukan suatu oposisi yang mampu menjalankan kontrol,
• pemertautan lembaga politik dengan pilihan pemilih.
Baca Selengkapnya...

Ciri Ciri Pemilu Semikompetitif Dalam Suatu Sistem Otoritarian

>Pemilu semikompetitif dalam suatu sistem otoritarian. Ciri-cirinya adalah
• manifestasi dan integrasi parsial partai politik,
• perolehan reputasi di luar negeri,
• penyesuaian kekuasaan yang dirancang untuk menstabilkan sistem,
• upaya pelegitimasian bagi kekuasaan yang ada.
Baca Selengkapnya...

Referensi :

Sebagian artikel yang tidak tertulis referensi nya adalah bersumber dari buku catatan sekolah.. Jika anda ingin memposting artikel bersumber dari blog ini, Mohon sertakan Referensinya agar anda tidak melanggar Aturan Penulisan, Terima Kasih :))