Minggu, Juli 28, 2013

Orang Yang Boleh Segera Berbuka Puasa

>Orang yang karena hal-hal tertentu diperbolehkan berbuka puasa, yaitu:
a. Orang yang sakit parah (harus mengqada, yaitu mengganti sejumlah hari yang ditinggalkan).
b. Orang yang dalam perjalanan jauh atau musafir (wajib mengqada atau mengganti)
c. Orang lanjut usia berkewajiban membayar fidiah, yaitu bersedekah tiga perempat liter beras kepada fakir miskin.
d. Orang yang hamil tua dan menyusui berkewajiban membayar fidiah.
Baca Selengkapnya...

Hikmah Puasa Ramadhan

>
Puasa pada bulan Ramadan memiliki hikmah yang cukup penting bagi setiap orang yang beriman. Oleh sebab itu kita diperintahkan untuk menghidupkan malam bulan Ramadan dengan berbagai amal salih agar supaya kita mendapat rida dan ampunan. Adapun beberapa hikmah yang dapat dipetik dari puasa bulan Ramadan antara lain sebagai berikut:

1. Sebagai tanda syukur atas nikmat yang diberikan Allah, puasa Ramadan mendidik manusia untuk senantiasa mensukuri nikmat pemberian Allah swt. Dengan berpuasa melatih jiwa kita untuk senantiasa ingat pada kenikmatan yang telah diberikan kepada kita. Sehingga dapat menimbulkan sikap sabar dan tawakal.

2. Mendidik umat untuk taat kepada peraturan (mendidik disiplin). Puasa mendidik kita untuk bersikap disiplin. Kita tidak akan makan dan minum sebelum waktu berbuka tiba, meskipun tidak ada orang yang melihatnya. 

3. Mendidik untuk berbelas kasihan kepada fakir miskin. Puasa mendidik kita untuk merasakan penderitaan orang-orang fakir dan miskin. Bagaimana keadaan orang yang berpuasa, baik kaya maupun miskin, mereka merasakan lapar dan dahaga. Hal itu mengingatkan kepada kita tentang bagaimana rasanya menahan lapar dan dahaga, sehingga kita dapat merasakannya.

4. Mendidik untuk hidup dengan tertib dan teratur. Puasa mendidik kita untuk selalu hidup teratur, teratur dalam makan, minum, maupun tidur. Dengan pola hidup yang teratur, maka semua aktivitas kehidupan terjadwal dengan baik. 5. Menjaga kesehatan. Puasa menjaga kesehatan jasmani maupun rohani kita. Menurut hasil penelitian telah banyak penyakit yang dapat disembuhkan dengan cara berpuasa. Rasulullah saw bersabda: “Berpuasalah, niscaya kamu akan sehat”.
Baca Selengkapnya...

Rasulullah dan Seorang Pengemis

>
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi yang buta. Pengemis tersebut, hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata ”Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya.” Padahal setiap pagi yang mendatanginya dan membawakan makanan adalah Rasulullah. Tanpa berkata sepatah kata pun, Rasulullah menyuapi pengemis itu, meskipun ia selalu berpesan agar tidak mendekati Muhammad. Rasulullah melakukannya hingga menjelang beliau wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan kepada pengemis yang buta itu.

Suatu hari, Abubakar berkunjung ke rumah Aisyah. Beliau bertanya, ”Wahai Aisyah adakah sunah Rasulullah yang belum aku kerjakan”, Aisyah menjawab pertanyaan ayahnya, ”Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunah hampir tidak ada satu sunah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunah saja”. ”Apakah itu?”, tanya Abubakar. ”Setiap pagi Rasulullah selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis buta yang berada di sana”, kata Aisyah.

Keesokan harinya, Abubakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar mulai menyuapinya, si pengemis marah dan berteriak, ”Siapakah kamu?” Abubakar menjawab, ”Aku orang yang biasa datang kemari”. Jawab pengemis, ”Bukan!, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku.”

”Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan padaku dengan mulutnya sendiri,” pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu. Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah.

Pengemis itu menangis dan berkata, ”Benarkah demikian?” selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar. Demikianlah akhirnya ia masuk Islam.
Baca Selengkapnya...

Referensi :

Sebagian artikel yang tidak tertulis referensi nya adalah bersumber dari buku catatan sekolah.. Jika anda ingin memposting artikel bersumber dari blog ini, Mohon sertakan Referensinya agar anda tidak melanggar Aturan Penulisan, Terima Kasih :))