Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 05, 2013

Persamaan Tablig Dan Dakwah

>
Kesamaannya antara lain sebagai berikut.
1. Tujuan tablig dan dakwah adalah mengajak dan menyeru orang lain untuk menjalankan ajaran Islam dengan menjaga iman dan takwa.
2. Dapat dilakukan kapan pun.
3. Tidak ada ketentuan rukun dan syarat-syarat tertentu.
4. Dapat dilakukan dengan cara apa pun.
5. Dapat dilakukan dalam suatu acara, baik formal maupun nonformal.
Baca Selengkapnya...

Pengertian Dakwah

>
Dakwah secara bahasa berasal dari kata da’a, yad’u, da’watan yang artinya mengajak atau menyeru. Secara istilah, dakwah dapat diartikan dengan semua kegiatan yang bersifat mengajak, menyeru, atau memanggil orang lain untuk menjalankan perintah Allah dan rasul-Nya sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an dan hadis untuk menggapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Orang yang menyampaikan dakwah disebut dai. Oleh karena dakwah merupakan kewajiban setiap muslim, siapa saja berhak menyandang gelar dai.

Dakwah dapat dilakukan dengan mengajak kepada umat/penganut agama lain untuk memeluk Islam. Dapat juga dengan mengajak atau menyeru sesama umat Islam agar mau meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dan kembali kepada ajaran yang benar. Cara berdakwah tidak ada ketentuan tertentu, dapat dengan cara apa saja pada setiap kesempatan, baik ketika acara formal maupun nonformal. Misalnya saat sedang rapat, berdiskusi, atau bercengkrama dengan orang lain. Bahkan, dakwah tidak harus dengan ucapan, tetapi dengan menampilkan akhlak yang baik (dakwah bil-hal).
Baca Selengkapnya...

Pengertian Tablig

>
Tablig secara bahasa berasal dari kata ballaga, yuballigu, tabli-gan yang artinya menyampaikan. Tablig secara istilah dapat diartikan dengan menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang diterima dari Allah Swt. melalui Nabi Muhammad kepada umat manusia sebagai pedoman hidup dalam menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Orang yang menyampaikan tablig disebut dengan mubalig atau mubaligah.
Baca Selengkapnya...

Pengertian Khotbah

>
Khotbah yaitu ajakan dengan menyeru orang lain agar meningkatkan kualitas ketakwaan dan keimanannya dengan cara menyampaikan pesan keagamaan sesuai rukun dan syarat tertentu. Dalam Islam kita mengenal berbagai khotbah, yaitu khotbah salat Jumat, khotbah dua salat Id, khotbah dua salat gerhana, khotbah nikah, khotbah salat istiska, dan empat khotbah pada ibadah haji (menurut Mazhab Syafi’i). Khotbah yang akan dibahas kali ini adalah khotbah Jumat.

Khotbah Jumat adalah khotbah yang disampaikan pada hari Jumat saat berlangsung salat Jumat. Menurut jumhur ulama khotbah Jumat termasuk syarat dan rukun bagi sahnya salat Jumat. Permulaan salat Jumat sesungguhnya ketika khatib naik mimbar untuk menyampaikan khotbah Jumat. Dengan demikian, penyampaian khotbah Jumat terkait dengan pelaksanaan salat Jumat sehingga kedudukannya sangat penting.

Saat khotbah berlangsung jamaah salat Jumat harus tenang mendengarkan materi khotbah dari khatib. Kita dilarang bercakap-cakap, baik dilakukan dengan keras maupun pelan.
Baca Selengkapnya...

Syarat Khatib

>Syarat-syarat khatib sebagai berikut.
1) muslim, laki-laki, dan telah balig;
2) taat beribadah;
3) sehat akal pikirannya;
4) tidak suka berbuat tercela dan berbuat dosa;
5) suci dari hadas dan najis, baik badan maupun pakaiannya; dan
6) menutup aurat.
Baca Selengkapnya...

Syarat Khotbah

>
Seorang khatib yang telah memenuhi syarat, boleh menyampaikan khotbah Jumat. Khotbah Jumat disampaikan dalam dua bagian, yaitu khotbah pertama dan khotbah kedua. Kedua khotbah dilaksanakan secara berangkai. Syarat-syarat khotbah sebagai berikut.
1) Waktu khotbah Jumat dimulai setelah masuk waktu zuhur, yaitu setelah tergelincirnya matahari.
2) Khotbah disampaikan dengan cara berdiri, jika khatib mampu.
3) Duduk di antara dua khotbah.
4) Khotbah disampaikan dengan suara keras dan jelas sehingga dapat didengar oleh para jamaah.
5) Khotbah disampaikan secara tertib.
Baca Selengkapnya...

Rukun Khotbah

>
Rukun khotbah berarti ketentuan yang harus dipenuhi oleh khatib ketika khotbah berlangsung sehingga khotbahnya dianggap sah. Rukun khotbah sebagai berikut.
1) Membaca hamdalah.
2) Membaca syahadat tauhid dan rasul.
3) Membaca salawat kepada Nabi Muhammad.
4) Mengajak bertakwa kepada jamaah dan menyampaikan ajaran Islam.
5) Membaca ayat Al-Qur’an dalam salah satu khotbah (lebih utama dalam khotbah pertama).
6) Berdoa memohonkan ampunan untuk kaum muslimin dalam khotbah kedua.
Agar khotbah Jumat sah, khatib harus memenuhi rukun khotbah di atas. Untuk lebih sempurna, perhatikan pula amalan-amalan sunah sebagai berikut.
Baca Selengkapnya...

Sunah Khotbah

>
Sunah khotbah antara lain sebagai berikut.
1) Khatib duduk dahulu setelah salam pembuka sehingga muazin selesai azan.
2) Khotbah hendaknya dilakukan di atas mimbar atau tempat yang lebih tinggi.
3) Memulai khotbah dengan mengucapkan salam.
4) Khotbah disampaikan dengan bahasa yang jelas, sederhana, tidak terlalu panjang, dan tidak terlalu pendek.
5) Khatib menghadap ke arah jamaah.
6) Membaca Surah al-Ikhlas [112] sewaktu duduk di antara dua khotbah.
7) Tertib dalam menjalankan rukun-rukun khotbahnya.
8) Khatib segera turun setelah khotbah selesai disampaikan, baru kemudian ikamat.
Baca Selengkapnya...

Perkembangan Ilmu Tasawuf

>
Salah satu perkembangan penting yang terjadi pada masa abad pertengahan adalah berkembangnya aliran tasawuf di kalangan umat Islam. Kehancuran Bagdad akibat penyerbuan Hulagu Khan membuat umat Islam mengalami kemandegan ilmu pengetahuan. Kemandegan ini membuat gerak keilmuan umat Islam terhenti di sebagian besar wilayah yang dihuninya. Umat Islam pun berpaling dari ilmu pengetahuan kepada ilmu tasawuf yang menawarkan kedamaian hati bersama Allah Swt.

Dalam keadaan ini, ilmu tasawuf dengan berbagai alirannya pun berkembang pesat di kalangan umat Islam. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai aliran tasawuf di hampir seluruh kawasan umat Islam. Inilah perkembangan ilmu pengetahuan dan seni yang ada dalam komunitas muslim abad pertengahan. Meskipun ilmu pengetahuan Islam berkembang di berbagai daerah, akan tetapi secara umum, gerak ilmu pengetahuan berhenti berganti dengan corak tasawuf yang kental. Inilah yang pada akhirnya membuat umat Islam terpuruk di hadapan umat lain, yaitu bangsa Eropa.

Bangsa Eropa yang tadinya belajar kepada ilmuwan Islam berhasil mengembangkan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh. Dengan kemajuan itu, Bangsa-bangsa Eropa menyerang dan menjajah umat Islam di hampir
seluruh penjuru bumi. Termasuk di dalamnya, kaum muslimin di Indonesia yang dijajah oleh bangsa Portugis dan Belanda. Penindasan dan penjajahan itu menjadi dasar dan awal kebangkitan Islam di abad modern.
Baca Selengkapnya...

Selasa, Juli 30, 2013

Persatuan Tarbiyah Islamiah (Perti)

>
Sebuah organisasi keagamaan yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1930 di Candung (10 km di sebelah timur Bukittinggi). Gagasan untuk membentuk wadah ini dilatarbelakangi oleh perkembangan paham keagamaan di Sumatra Barat pada awal abad XX. Perkembangan itu digerakkan oleh kaum muda untuk mengubah tradisi, terutama gerakan tarekat.

Beberapa bidang yang telah disebutkan di atas semakin lama mengalami perkembangan. Dengan alasan ini, jelaslah bahwa ajaranajaran bersifat terbuka untuk menerima perubahan zaman. Hal ini tentu memudahkan umat Islam dalam menerapkan berbagai ajaran Islam dalam proses pembangunan bangsa.

Peran serta umat Islam dalam pembangunan bangsa tentu sudah tidak diragukan lagi. Semenjak zaman kolonial, umat Islam tampil sebagai penggagas lahirnya kemerdekaan bangsa. Demikian halnya setelah kolonial mampu ditumpas, bukan berarti umat Islam tinggal diam. Umat Islam tetap terus berperan dalam pembangunan, mulai masa Orde Lama, Orde Baru, bahkan Orde Reformasi sekarang ini.
Baca Selengkapnya...

Persatuan Islam (PERSIS)

>
Organisasi Islam di Indonesia yang mempunyai tujuan utama untuk memberlakukan hukum Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadis di masyarakat. Persis didirikan di Bandung pada tanggal 17 September 1923 oleh K.H. Zamzam. Organisasi ini berusaha keras untuk mengembalikan kaum muslimin pada ajaran Al-Qur’an dan hadis, menghidupkan jihad dan ijtihad, membasmi bid‘ah, khurafat, takhayul, taklid, dan syirik, memperluas tablig serta dakwah Islam kepada segenap masyarakat, mendirikan pesantren dan sekolah untuk mendidik kader Islam. (Ensiklopedi Islam untuk Pelajar 5. 2001. Halaman 16)
Baca Selengkapnya...

Organisasi Al - Irsyad

>
Organisasi al-Irsyad bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial keagamaan. Organisasi ini didirikan di Jakarta pada tahun 1914. Para pendirinya sebagian besar pedagang, pengusaha, dan ulama keturunan suku Arab. Di antaranya Ahmad Soorkati, Umar Manggus, Saleh bin Ubaid, Sayid bin Salim Masyhabi, Salim bin Umar Balfas, Abdullah Harharah, Umar bin Saleh, dan Nahdi.
Baca Selengkapnya...

Organisasi Nahdatul Ulama

>
Nahdatul Ulama (NU) secara bahasa berarti kebangkitan ulama. Organisasi ini didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 (31 Januari 1926) di Surabaya atas prakarsa K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Tujuan didirikan organisasi ini untuk memperjuangkan berlakunya ajaran Islam yang berhaluan ahlusunah waljamaah dan menganut mazhab empat, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali, dalam wadah negara kesatuan. (Ensiklopedi Islam untuk Pelajar 4. 2001. Halaman 109–110)
Baca Selengkapnya...

Organisasi Jong Islamieren Bond (JIB)

>
Jong Islamieten Bond (JIB) merupakan salah satu organisasi Islam yang anggotanya sebagian besar dari golongan elite berpendidikan Barat yang tetap berpegang teguh pada prinsip keislaman. Jong Islamieten Bond (JIB) didirikan di Jakarta pada tahun 1925 oleh para pemuda pelajar Islam. (Ensiklopedi Islam untuk Pelajar 3. 2001. Halaman 61)
Baca Selengkapnya...

Organisasi Muhammadiyah

>
Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam di Indonesia. Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad
Dahlan di Yogyakarta pada tanggal 8 Zulhijah 1330 Hijriah (tanggal 18 November 1912). Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang telah mengembuskan jiwa pembaruan pemikiran Islam di Indonesia dan bergerak di berbagai bidang kehidupan umat.
Baca Selengkapnya...

Organisasi Sarekat Islam

>
Organisasi ini didirikan pada tanggal 10 September 1912. Sarekat Islam (SI) tumbuh dari organisasi pendahulunya yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi. Sebenarnya, organisasi itu sudah mulai tumbuh sejak tahun 1909 di bawah pimpinan R.M. Tirtodisurjo yang beranggotakan para pedagang Islam. Organisasi ini untuk masanya sangat modern dengan jumlah anggota menyebar di beberapa kepulauan Nusantara. (Ensiklopedi Islam untuk Pelajar 5. 2001. Halaman 72)
Baca Selengkapnya...

Kerajaan Sukadana

>
Pada tahun 1550 Islam telah diperkenalkan kepada Kerajaan Sukadana di wilayah barat Pulau Kalimantan. Meskipun yang berkuasa pada saat itu belum sempat memeluk agama Islam, penerus kerajaan tersebut selanjutnya memeluk agama Islam. Bahkan, pada tahun 1600 Islam menjadi agama yang sangat populer di sepanjang pesisir pantai pulau tersebut.
Baca Selengkapnya...

Kerajaan Banjar

>
Islam pertama kali masuk ke Banjarmasin pada abad XVI. Saat itu proses islamisasinya sebagian besar dilakukan oleh Kerajaan Demak. Dalam waktu yang tidak cukup lama, bahkan Islam banyak dianut masyarakat dari suku Bugis di sungai bagian timur Kalimantan. Ulama yang sangat terkenal di kerajaan tersebut adalah Syeh Muhammad Arsyad al-Banjari.
Baca Selengkapnya...

Kerajaan Banten

>
Setelah Fatahillah yang juga menantu Sunan Gunung Jati berhasil menaklukkan Portugis di Sunda Kelapa, Banten dikembangkan sebagai pusat perdagangan sekaligus tempat penyiaran agama. Banten juga berhasil merdeka dan melepaskan diri dari Kerajaan Demak. Kerajaan Banten ini mengalami kemajuan yang sangat penting pada masa kekuasaan Ki Ageng Tirtayasa.
Baca Selengkapnya...

Kerajaan Mataram Islam

>
Kerajaan Mataram didirikan oleh Sutawijaya yang memiliki gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Masa kejayaan Kerajaan Mataram dicapai pada masa Sultan Agung Hanyakrakusuma yang bergelar Sultan Agung Senopati Ing Alaga Ngabdurrahman Khalifatullah. Pada saat itu kekuasaan Mataram sangat luas dan seluruhnya berhasil disatukan.
Baca Selengkapnya...

Referensi :

Sebagian artikel yang tidak tertulis referensi nya adalah bersumber dari buku catatan sekolah.. Jika anda ingin memposting artikel bersumber dari blog ini, Mohon sertakan Referensinya agar anda tidak melanggar Aturan Penulisan, Terima Kasih :))