Rabu, Agustus 28, 2013

Polychaeta

>
Cacing anggota kelas ini bertubuh memanjang, agak pipih dosiventral, bersegmen, dan panjang tubuh dapat mencapai 30 cm. Hidupnya di sekitar pantai, dalam pasir atau pada lubang-lubang batuan di daerah pasang surut. Polychaeta biasanya aktif pada malam hari. Di sisi lateral segmen pada tubuh cacing ini terdapat rambut-rambut (setae) yang mengelompok membentuk parapodia (kaki rambut). Parapodia ini digunakan untuk menggali pasir atau celah-celah batuan. Sistem pencernaannya lengkap, terdiri dari mulut-esofagususus (ventrikulo-intestinal) dan anus. Pernapasan cacing ini berlangsung secara difusi melalui seluruh permukaan kulit. Sistem sirkulasi terdiri atas pembuluh darah dorsal dan pembuluh darah ventral yang dihubungkan oleh kanal-kanal dalam tiap segmen. Darah Polychaeta berwarna merah, karena mengandung pigmen merah hemoglobin. Sistem ekskresinya dengan sepasang nefridium pada setiap segmen, kecuali segmen pertama dan terakhir. Sistem sarafnya tangga tali terdiri atas ganglion serebral atau ganglion supraesofageal (sebagai otak) yang terdapat di bagian dorsal kepala dan saraf ventral. Ganglion supraesofageal dihubungkan dengan ganglion subesofageal oleh dua saraf sirkumesofageal. Reproduksinya secara seksual kelaminnya jenis (gonochoris), fertilisasi pada cacing ini terjadi secara eksternal dalam air dan menghasilkan larva trokofor. Contohnya: Nereis sp.
Baca Selengkapnya...

Peranan Annelida

>
Dalam bidang pertanian cacing tanah membantu degradasi sampah organik menjadi zat anorganik dan memperbaiki aerasi (pengudaraan) tanah. Dengan demikian cacing tanah dapat meningkatkan kualitas tanah pertanian. Banyak juga yang membudidayakan cacing tanah untuk bahan pembuatan konsentrat makanan ternak, khususnya ikan. Bahkan serbuk cacing tanah yang biasanya dikemas dalam kapsul diyakini sebagai obat tipes yang mujarab. Pada zaman dulu lintah dipergunakan dalam bidang kedokteran, terutama untuk menyedot darah kotor atau cairan nanah dari bagian tubuh tertentu. Di alam bebas lintah bersifat ektoparasit yang merugikan bagi hewan, bahkan manusia karena dapat menyebabkan kehilangan darah.
Baca Selengkapnya...

Tips Menjaga Kondisi Motor Di Musim Hujan

>
Terkadang kita tidak menghiraukan akibat yang ditimbulkan jika kita tidak merawat motor saat musim hujan, akibat nya motor kita menjadi tidak enak dipakai. Berikut beberapa tips untuk menjaga kondisi motor saat musim hujan.

1. Kampas rem
Di musim hujan, daya cengkram kampas rem akan berkurang karena basah. Jika kampas rem sudah menipis, segeralah ganti kampas rem. Jangan dibiarkan kampas rem yang tipis karena bisa menimbulkan kecelakaan saat melakukan rem dadakan. Dan jangan lupa untuk membersihkan rem setelah berpergian disaat hujan karena air hujan yang menerobos ke kampas menyebabkan kurangnya daya pengereman.

2. Ban
Yang pertama diperhatikan adalah tekanan angin. Sesuaikan tekanan angin ban motor dan jangan biarkan ban motor kekurangan angin. Hal ini untuk menjaga stabilitas motor saat jalanan basah. Kedua adalah jalur ban. Bila jalur ban sudah tipis atau gundul, maka Bikes mesti menggantinya. Karena tipisnya ban akan berakibat fatal dan laju motor menjadi licin.

3. Rantai
Lumasi rantai yang telah terkena hujan agar tidak cepat kering dan aus. Sedikit demi sedikit, air hujan akan menyusutkan pelumas di rantai. Secara tidak langsung, air hujan bisa mengkikis pelumas di rantai dan bisa menyebabkan rantai kering. Lakukan kembali pengencangan rantai karna disaat hujan tanpa disengaja melewati jalan berlubang yang tergenang air.

4. Saluran Bahan Bakar & Karburator
Guyuran air hujan membuat udara yang tersedot ke ruang mesin mengandung uap dan butiran air yang menyebabkan pembakaran motor menjadi tidak sempurna dan mesin akan brebet. Uap air tersebut juga akan menyesaki tangki, keran, pipa, atau selang bakar bakar yang dapat menyebabkan karat. Jadi seringnya motor dikendarai disaat hujan segeralah lakukan pengecekan berkala secara keseluruhan karna dampak kedepannya akan sangat tidak baik dan dana yang akan dikeluarkan nantinya akan lebih besar. Dan untuk karburator, sering lakukan pengecekan jangan sampai ada air yang masuk ke dalam ruang karbu serta selalu pakai box filter untuk mencegah masuknya air.

5. Busi
Pastikan busi Bikes tertutup dengan benar oleh kepala busi. Kepala busi berfungsi sebagai pencegah
masuknya air kala hujan atau saat jalan terendam banjir.

6. Oli Mesin
Sangat mungkin butiran air masuk ke dalam bagian mesin namun orang banyak yang tidak sadar. cek selalu kondisi oli setelah berpergian karna air bisa saja masuk disela-sela lubang. liat kondisi oli, jika ada warna bintik putih susus berarti oli sudah terkontaminasi oleh air. Sebaiknya segera ganti oli dengan yang baru agar kondisi mesin baik-baik saja dan tetap melakukan pembakaran dengan sempurna.
Baca Selengkapnya...

Referensi :

Sebagian artikel yang tidak tertulis referensi nya adalah bersumber dari buku catatan sekolah.. Jika anda ingin memposting artikel bersumber dari blog ini, Mohon sertakan Referensinya agar anda tidak melanggar Aturan Penulisan, Terima Kasih :))