Rabu, Oktober 31, 2012

Cerita Lucu - Suami Yang Bodoh

>

Sepasang pengantin baru yang masih lugu kebingungan untuk melakukan hubungan sex pada malam pertama mereka.
“Apakah kau tahu apa yang harus kita lakukan” tanya sang istri.
“Wah, aku pun tidak mengerti sayang” jawab sang suami. “Tapi aku ada ide, mari kita ke bar yang banyak pelautnya. Semua orang tahu bahwa pelaut ahli dalam hal sex. Mari kita minta salah satu pelaut mengajari kita”.
Singkat cerita mereka pergi ke bar dan menemukan seorang pelaut yang bersedia memberikan “pelajaran”.
“Baiklah, mari kita ke kamar di atas untuk mengajari kalian apa yang harus dilakukan” jawab sang pelaut dengan senang hati. Di dalam kamar, sang pelaut menggambar sebuah lingkaran dilantai dan berkata pada sang suami “Kamu harus berdiri dalam lingkaran dan tidak boleh keluar walau apapun yang terjadi”
Singkat cerita, sang pelaut melakukan kewajiban sang suami terhadap sang istri. Setelah selesai, dia mendapati sang suami sedang terkikik-kikik sendiri di dalam lingkaran.
“Hei bung, kenapa kau tertawa?” tanya sang pelaut.
“Aku sudah keluar lingkaran dua kali, tapi kau tidak memperhatikan…”
Baca Selengkapnya...

Cerita Lucu - Suami vs Istri

>

Sepasang suami istri sedang berada dalam mobil, menyusuri jalan dalam kota, dan saling mendiamkan karena beberapa menit lalu mereka baru saja beradu argurmen. Tak lama, mereka melewati sebuah areal persawahan di mana banyak terapat kambing dan sapi yang sedang merumput. Si Suami menunjuk ke kawanan kambing dan sapi itu sambil berkata sinis kepada si Istri,”Saudara – saudara mu ya tuh?” “Iya, jawab si Istri,”Saudara ipar”.
*Istri cerdas
Baca Selengkapnya...

Cerita Lucu - Anggota DPR Salah Tingkah

>

Suatu hari di salah satu ruangan di gedung MPR/DPR. Seorang anggota dewan yang baru diangkat, tampak masih canggung, lugu dan serba kikuk. Rupanya dia wakil dari daerah dan belum pernah bekerja atau punya ruangan yang megah. Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangannya. Setelah dibuka, berdiri dihadapannya 2 orang dengan kopor besar dan segulungan kabel. "Wah..., ini pasti wartawan TV yg mau mewawancarai aku...", pikirnya dalam hati. Agar tampak berwibawa dan membela rakyat, sambil melihat jam dan mengangkat telepon dia berkata: "Maaf tunggu sebentar, saat ini saya harus menghubungi ketua fraksi untuk melaporkan hasil-hasil sidang hari ini..." Kemudian selama beberapa puluh menit dia menelpon dan terlibat pembicaraan tingkat tinggi, sambil sekali-sekali menyebut-nyebut 'demi rakyat' atau 'kepentingan rakyat' keras-keras. Setelah selesai sambil meletakan gagang telepon dia berkata pada dua orang tamunya tsb. "Nah, sekarang wawancara bisa kita mulai..." Kedua orang itu tampak bingung dan berpandangan satu sama lain. Akhirnya salah satunya berkata: "Maaf pak..., kami datang kesini mau memasang saluran telepon bapak..."
Baca Selengkapnya...

Referensi :

Sebagian artikel yang tidak tertulis referensi nya adalah bersumber dari buku catatan sekolah.. Jika anda ingin memposting artikel bersumber dari blog ini, Mohon sertakan Referensinya agar anda tidak melanggar Aturan Penulisan, Terima Kasih :))